Cepat dan Rapi, Begini Prosedur Vaksinasi di Belanda –

  • Bagikan
Cepat dan Rapi, Begini Prosedur Vaksinasi di Belanda –


banner 336x280




Post Views:

104

Penulis: Yuke Mayaratih

Kabarbelanda.com, Deventer – Pemerintah Belanda akhirnya memulai program vaksinasi Covid-19 bagi warganya sejak awal Juni 2021. Untuk mendapatkan vaksin, warga di Belanda harus menunggu giliran berdasarkan tahun kelahiran.

Pada minggu ini, Minggu ketiga bulan Juni, sampai minggu depan, mereka yang lahir tahun 1970-1971 seharusnya sudah mendapatkan undangan vaksin yang dikirim via pos.

Di dalam surat undangan, ada beberapa pertanyaan yang harus diisi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut antara lain soal apakah ada obat-obatan yang dikonsumsi selama ini, apakah pernah terjangkit virus corona dan sebagainya.

Surat undangan vaksinasi kepada penulis. (Foto: Yuke Mayaratih)

Nah setelah menerima undangan vaksin, warga tersebut dapat menetapkan jadwal kapan vaksinasi terhadap dirinya akan dilakukan. Konfirmasi waktu vaksinasi tersebut dapat dilakukan melalui telepon atau via email.

Setelah jadwal, lokasi, tanggal dan jam ditetapkan, biasanya seminggu setelah undangan diterima, warga diminta datang ke lokasi 15 menit sebelumnya.

Di dalam surat konfirmasi, warga sudah diingatkan apa saja yang wajib dilakukan saat pelaksanaan vaksinasi.

Yakni wajib mengenakan masker, membawa kartu identitas, menunjukkan email konfirmasi dan buku vaksin. Hampir semua warga Belanda memiliki buku kecil khusus vaksin yang dikeluarkan lembaga kesehatan GGD-Gemeentelijke gezondheidsdienst.

Di lokasi tempat pelaksanaan vaksin, petugas di garda depan, melakukan pengecekan ulang. Antara lain, nama yang tertera di kartu identitas dan bukti konfirmasi atau jadwal pelaksanaan vaksin.

Setelah dicatat, penulis diarahkan menuju ruang suntik nomor 3.

Ruang tunggu seusai vaksinasi untuk memantau reaksi tubuh terhadap vaksin. (Foto: Yuke Mayaratih)

Di Deventer ada 10 ruang suntik. Ada petugas khusus yang mengarahkan warga masuk ke ruang suntiknya masing-masing.

Suntik vaksin sendiri berlangsung sangat cepat. Ada dua petugas di ruangan penyuntikan. Di Deventer, dua-duanya perempuan.

Yang satu berada di balik meja komputer dan mencatat ulang nama, kode konfirmasi dan menanyakan tanggal dan tahun kelahiran. Sementara yang satunya lagi menyiapkan jarum suntik, vaksin dan melakukan penyuntikan.

Petugas yang duduk belakang laptop mencetak bukti vaksinasi. Kepada tiap warga yang telah divaksinasi, petugas tersebut mengingatkan bahwa bukti vaksin harus disimpan baik-baik. Vaksinasi pun selesai.

Penulis lalu diarahkan ke ruang tunggu. Di sana terdapat ruang-ruang yang disekat dengan fiber plastik tembus pandang lengkap dengan kursi. Tiap sekat diberi nomor 1 sampai 10.

“Saya sudah divaksin!” (Foto: Istimewa)

Semua orang yang baru saja divaksin harus menunggu selama 15 menit untuk melihat reaksi vaksn dalam tubuh. Masker harus dilepas. Setiap orang wajib menghitung sendiri selama 15 menit tadi.

Tampak petugas berjalan hilir mudik, untuk memastikan reaksi tubuh setiap orang tetap aman. Sesekali mereka mengingatkan warga yang lupa untuk membuka masker dan menjawab pertanyaan warga.

Setelah 15 menit, tak ada reaksi, kami boleh pulang.

Warga yang membawa buku kuning khusus vaksin tadi, harus antri untuk mendapatkan stempel. Antrean tidak terlalu panjang.

Penulis sendiri hanya berdiri menunggu antrean selama 3 menit. Petugas dengan ramah membubuhkan stempel dan mengucapkan selamat menikmati hari yang cerah (fijne dag).

Para peserta vaksinasi tidak diizinkan memotret sejak dari bagian pendaftaran hingga ruang tunggu setelah mendapat suntikan vaksin. Namun, di ruangan dekat pintu keluar disediakan booth foto dengan tulisan “Ik ben gevaccineerd!” atau “Saya sudah divaksin!”



Source link

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *