Bugis Street: the Largest Street Shopping Location in Singapore

  • Bagikan
Bugis Street: the Largest Street Shopping Location in Singapore


Selain kawasan Orchard, tempat lain yang menjadi tujuan wisata belanja para pelancong di Singapura adalah Bugis Street. Kawasan ini dikemas sedemikian baik dan mempunyai citra sebagai salah satu pusat belanja murah dan lengkap di Singapura.

banner 336x280

Bugis Street, sebagai pusat perbelanjaan, terletak di antara Rocchor, Victoria dan Queen Street. Sebagaimana informasi yang dilansir dalam situs resminya (www.bugis-street.com) dulunya, sekitar tahun 1950-an, kawasan ini adalah merupakan pasar malam yang menawarkan pilihan berbagai jenis pakaian dan jajanan murah.

Sekitar tahun 1980, bersamaan dengan pengembangan jalur Mass Rapid Transit (MRT), kawasan Bugis Street dibongkar. Kios-kios pakaian dan jajanan direlokasi ke tempat lain. Hal ini tentunya menghilangkan potensi wisata yang sudah melekat dan menarik minat wisatawan yang melancong ke Singapura. Atas pertimbangan itulah maka sekitar tahun 1988, pemerintah Singapura (melalui Singapore Toursim Board) kembali membangun kawasan ini dan mengembalikan citranya sebagai pusat belanja murah dan lengkap.

Untuk mencapai kawasan ini menurut pengalaman saya relatif mudah. Pilihan transportasi murah yang bisa digunakan adalah bisa naik MRT dan Bus, dan kalau yang agak sedikit mahal tentunya menumpang taksi. Hal ini tentunya tergantung dimana dan dari mana kita berada. Yang saya maksud dimana dan darimana kita berada ini lebih mengacu kepada lokasi tempat menginap atau posisi terakhir ketika hendak memutuskan ke sana.

Ketika memutuskan ke Bugis Street posisi kami (saya dan istri) berada atau baru keluar dari Singapore Botanic Garden (SGB). Dari depan SGB kami memutuskan untuk naik Bus. Adapun halte bus terdekat adalah Halte Bus Napier Road yang ada tepat di depan kami. Kami membaca rute bus yang melewati Bugis Street. Ternyata untuk menuju lokasi Bugis Street kami harus naik Bus No. 7 dan nantinya turun di Halte Victoria Street (Bugis Junction). Sepanjang perjalanan kami tetap awas memperhatikan sekitar. Ternyata Bus yang kami naiki melewati beberapa lokasi tujuan pelancong, mulai dari Orchard Road, Singapura Art Museum dan tentunya Bugis Street itu sendiri.

Sekedar informasi tambahan, seperti yang sudah saya sampaikan bahwa untuk mencapai lokasi Bugis Street bisa ditempuh juga dengan MRT. Kita tinggal menuju Stasiun MRT terdekat dari lokasi kita berada, kemudian baca rute MRT yang akan menuju Kawasan Bugis. Jika kita menumpang MRT, maka tujuan akhir kita nantinya adalah Stasiun MRT Bugis. Begitu keluar dari kawasan Stasiun, kita tinggal berjalan ke arah kanan dari stasiun. Lokasi pusat perbelanjaan Bugis Street berjarak sekitar 50 meter dari Stasiun MRT Bugis ini.

Menjelang tengah hari (sekitar Pukul 12.15) kami tiba di Halte Victoria Street. Begitu turun dari Bus, kita tinggal menolehkan pandangan mata ke kiri. Di depan kita terpampang pusat perbelanjaan dengan kanopi besar yang bertuliskan “Bugis Street: the Largest Street Shopping Location in Singapore”.  Wow!! sebuah informasi dan sekaligus wujud pencitraan yang diciptakan dan ditampilkan sangat bagus.

Suasananya cukup ramai dan kalau disamakan dengan lokasi di Jakarta persis seperti suasana Mangga Dua. Karena lapar, sebelum masuk kami putuskan untuk mampir di restoran Burger King tepat di sisi kiri Bugis Street. Kami memesan dua paket burger seharga Sgd 10.20. Selesai makan kami mulai memasuki lokasi perbelanjaan.

Kesan pertama saya terhadap Bugis Street ini ya itu tadi, layaknya kawasan Mangga dua, kawasan Tanah Abang, atau Melawai Blok M. Penasaran, kami pun melangkahkan kaki memasuki areal dalam. Pilihan barang yang ditawarkan disini diantaranya berupa jam tangan, souvenir, berbagai jenis t-shirt yang bertuliskan khas Singapura, sepatu, kaos, dan busana perempuan. Sepanjang pengamatan saya, kawasan ini sangat memanjakan kaum hawa, karena sebagian besar barang yang dijual diperuntukkan untuk perempuan. O iya, jangan heran dan kaget juga jika di kawasan ini kita dapat menjumpai beberapa toko yang menjual pernak pernik alat keperluan urusan “hubungan orang dewasa”.

Setelah menjelajah sedemikian jauh, kami berkesimpulan bahwa beberapa barang yang ditawarkan harganya memang terbilang murah. Namun untuk beberapa jenis barang lainnya harga ditawarkan jika dibandingkan dengan kondisi di Indonesia relatif hampir sama. Hal ini tentunya dibandingkan dengan kawasan yang serupa, seperti di Mangga Dua, Tanah Abang atau Pasar Melawai Blok M.

Untuk baju (rata-rata yang dijual disana baju perempuan) paling murah adalah Sgd 10 (berarti sekitar Rp 70 ribu). Untuk t-shirt yang berlogo khas Singapura harganya cukup bervariasi, mulai dari 3 pc Sgd 10 sampai dengan 1 pc Sgd 10. Adapun untuk pernak pernik perlengkapan perempuan (seperti giwang, dll) di jual dengan harga rata-rata Sgd 10 per 3 atau 4 pcs.

Sekitar satu jam setengah berkeliling, akhirnya kami memutuskan mengakhiri kunjungan di kawasan pusat perbelanjaan Bugis Street. Di sini kami membeli beberapa jam tangan untuk saya sendiri, si kecil di rumah dan ponakan, dengan total belanja Sgd 14 (untuk 4 buah jam). Lumayan bagus dan murah.





Source link

banner 336x280
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *